Jumat, 13 Agustus 2010

Pentingnya Time Dalam Bermusik

Timing yang baik dalam bermusik adalah tempo yang steady, tahu kapan dan bagaimana laid-back, kapan harus ahead, detail-detail kecil yang berpengaruh besar terhadap rasa musik yang didengarkan. Banyak teman-teman improviser yang berlatih mati-matian dalam memainkan banyak not yang keren-keren namun melupakan pentingnya time sehingga not-not yang sudah dilatih keluarnya kurang enak dan kaku, kita yang mendengar malah jadi gemes karena melodi tidak “tersandar” di ritme dengan baik. Jika berbicara soal swing terutama, di mana ritmiknya yang ternary namun tidak fixed quantize secara matematika. Saya lebih suka mendengar not yang tidak banyak namun time-nya kuat daripada not banyak tetapi timenya berantakan. Bagaimana melatihnya?

Dua orang guru saya yaitu Ibu Deviana Daudsjah dan Joe Rosenberg menyarankan hal yang sama. Yaitu berlatih dengan metronom di tempo yang sangat pelan. Dulu bahkan Joe meminta saya melatih scale di tempo 60 bpm, dan setelah bisa memainkan 60 bpm bukannya naik ke 70 melainkan turun ke 50 bpm. Dalam salah satu workshop bersama trumpetist Jerman Peter Tuscher, juga beliau menekankan bahwa dalam melatih apapun, baik itu melodi lagu, scales, licks, atau apapun, selalu gunakanlah metronome.

Saya bukanlah pemain saxophone yang excellent, tetapi saya berani bilang bahwa saya adalah pendengar musik yang cukup peka. Saya lebih baik mendengar pitch sedikit out of tune daripada ritmik yang tidak enak. Perhatikan musisi-musisi dunia bermain, baik dalam rekaman maupun dalam pertunjukkan live, temponya luar biasa bagus semua.

Yah, begitulah sedikit uneg-uneg soal time ini, semoga bisa jadi masukan juga bagi teman-teman musisi yang baca, khususnya bagi saya sendiri sebagai penulis untuk lebih meningkatkan kualitas diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar