Kalimat judul di atas sering sekali saya dengar. Mengikutinya, adalah serangkaian kalimat lain yang tidak mudah difahami, seperti menyanyi dari perut, pernafasan yang rendah, lidah turun, tenggorokan dibuka, postur, resonansi dan bla bla bla. Saya belajar vokal sejak kecil, dan berkesempatan untuk berguru kepada beberapa orang yang sangat membantu saya dalam mendapatkan kemajuan yang saya inginkan. Saya pun telah mengajar vokal dalam beberapa tahun terakhir ini, selain untuk berbagi ilmu saya juga mengajar untuk belajar dan untuk memaksa diri saya untuk berlatih secara rutin. Pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu membuat saya memandang kalimat “teknik vokal yang baik dan benar” secara berbeda dari sebelumnya.
Teknik vokal membuat menyanyi menjadi lebih mudah, membuat suara kita semakin jelas dan bertenaga, meningkatkan stamina dalam bernyanyi, dan paling penting, mencegah kerusakan pada instrumen vokal kita yang tidak dijual di mana-mana ini. Setiap guru memiliki metode mereka masing-masing dalam mengajar teknik vokal. Bagi saya, satu kunci yang sangat penting mengenai hal ini adalah, jika menyanyi menyakitkan, stop. Pasti ada yang salah dengan sesuatu, entah itu teknik anda, atau jangan-jangan instrumen vokal anda mengalami kerusakan. Berikutnya yang saya jadikan aturan utama adalah sebelum dan saat anda bernyanyi, anda harus dalam keadaan relaks. Relaks akan mengoptimalkan pernafasan anda, dan memastikan tidak ada ketegangan otot yang tidak perlu dan membuang energi.
Saya menyarankan kepada semua penyanyi, agar walau anda sudah berkarir sebagai vokalis, sebaiknya anda tetap mencari seorang pelatih vokal agar anda senantiasa diingatkan kembali untuk rutin berlatih dan menguatkan otot-otot instrumen vokal anda, demi meningkatkan terus performa vokal anda dan meningkatkan kesehatan anda secara umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar